Akun Penyebar Video Syur Mirip Gisella Anastasia Dilaporkan ke Polisi.

Akun Penyebar Video Syur Mirip Gisella Anastasia Dilaporkan ke Polisi.

Kapanlagi. com – Seorang pengacara bernama Prita Romadoni Nasution melaporkan akun penyebar video anjuran mirip Gisella Anastasia ke petugas. Dalam laporan bernomor LP/6614/XI/YAN. dua. 5/2020/SPKT PMJ tersebut, Prita melaporkan 5 akun media sosial.

Jadi kami membuat keterangan terkait peredaran video syur diduga mirip salah satu artis Indonesia (Gisella Anastasi), terkait kasus pornografi & porno aksi.

“Kami melaporkan Lima akun, itu afiliasi dari instagram, facebook, youtube, & lain-lainnya. Terlapornya masih dirahasiakan sebab masih didalami lagi sama pemeriksa, ” ujarnya ketika ditemui jasad media di Polda Metro Jaya, Minggu, (8/11).

satu. Alasan Laporan ke Polisi

Prita mengungkap alasannya melaporkan lima akun media sosial itu adalah karena video yang disebarkan dirasa meresahkan. Terutama untuk anak-anak yang masih di bawah umur.

“Alasannya adalah karena penyebaran video syur tersebut meresahkan asosiasi Indonesia, khususnya anak-anak karena telah menjadi konsumsi publik. Yang dikhawatirkan di sini adalah masyarakat Indonesia, khususnya anak-anak dan pelajar. Karena mereka saat ini sedang menjalani pendidikan secara daring, yang ditakutkan bisa mengakses video syur itu di media sosial, ” terangnya.

2. Minta Pemeriksa Memanggil Gisel

Lebih lanjut, Prita juga meminta kepada penyidik agar memanggil Gisel. Ia ingin memberantas secara tuntas penyaluran video panas yang bikin heboh itu.

“Apabila dugaan itu benar, mohon diberikan proses hukum yang setimpal sesuai dengan UU ITE dan UU Pornografi. Hendak tetapi saya fokus kepada penyebarannya dulu. Nanti kalau bisa di dalam pengembangannya, dipanggillah orang yang diduga itu supaya dugaan masyarakat benar. Jika memang benar dugaan perkiraan itu salah satu artis Indonesia, maka dipanggillah. Karena ada proses hukumnya orang yang merekam dan mengemasi, baik pribadinya atau konten kotor tidak boleh disimpan atau dijadikan koleksi pribadi kita. Karena apa? Apabila kita lalai nantinya hendak jadi konsumsi publik dan yang dirugikan adalah jutaan rakyat Indonesia, khususnya anak-anak, ” tukasnya.

Yang Ini Nggak Kalah Hot!!!

(kpl/far/phi)